Home » Berita Bola » Agen Casino Online – Kiat Pesepak Bola Nasional Isi Kevakuman Kompetisi

Agen Casino Online – Kiat Pesepak Bola Nasional Isi Kevakuman Kompetisi

Agen Casino Online – Kiat Pesepak Bola Nasional Isi Kevakuman Kompetisi

Agen Casino Online - Kiat Pesepak Bola Nasional Isi Kevakuman Kompetisi

Agen Bola Sbobet Starball88.club – Berita Bola Pesepak bola Indonesia dipaksa memutar otak sejak kompetisi semua level dihentikan pada 2 Mei 2015. Mereka harus mencari cara bagaimana menafkahi diri dan keluarga karena klub pun enggan keluar dana.

Kebanyakan pesepak bola nasional merambah dunia wirausaha. Namun, ada pula yang mencoba peruntungan di layar kaca atau tergiur dengan penghasilan di Go-Jek.

Airlangga Sucipto tak kehilangan penghasilan ketika sepak bola nasional mengalami vakum. Bersama Tony Sucipto, Airlangga merintis bisnis dengan mengawinkan bidang kuliner dan pariwisata. Namanya adalah Street Gourmet.

“Pengunjung tidak hanya mencicipi makanan. Mereka juga diajak keliling Kota Bandung,” kata mantan pemain Persib Bandung dan Semen Padang ini.

Pengunjung diajak berwisata kuliner dengan bus berkecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Di dalam bus, pemandu wisata menceritakan bangunan di Bandung dan memutar video Bandung tempo dulu.

Tak ada titik terang perihal kelanjutan kompetisi mendorong Hariono untuk menjajal bidang lain. Dia membuka bisnis kaus dengan brand H24 untuk menyambung hidup.

Hariono memasarkan produk H24 melalui akun Instagram pribadinya dan menitipkannya di Viking Fans Shop. Pesepak bola berusia 30 tahun ini juga berencana melebarkan sayap ke tempat kelahirannya, Sidoarjo.

“Bertahap saja sambil mempelajari bisnis ini,” tutur Hariono.

Berpofesi sebagai atlet memang belum menjanjikan kesejahteraan. Itulah yang dirasakan mantan bintang Persebaya Surabaya, Anang Ma’ruf.

Selepas pensiun, Anang memilih menjadi pengendara ojek berbasis aplikasi. “Saya sudah bukan pemain bola lagi. Saya rakyat biasa, seperti Anda semua,” kata Anang.

Meski begitu, Anang mengaku tak melupakan pengabdiannya sebagai pelatih di Sekolah Sepak Bola Simo United kelompok usia 10-17 tahun. Simo adalah nama sebuah kampung di Surabaya.

“Biasanya saya melatih pagi dan sore harinya, sehingga meski jadi pengendara Go-Jek saya masih di dunia sepak bola,” tuturnya.

Penjaga gawang Pusamania Borneo FC, Galih Sudaryono, mencari nafkah sebagai operator odong-odong saat kompetisi vakum. Pekerjaan ini menuntut Galih turun ke jalanan.

Galih juga harus berpindah-pindah untuk mencari titik keramaian. Salah satu titik yang dimanfaatkan Galih adalah Stadion Manahan, Solo.

Tak dimungkiri Galih, penghasilannya jauh menurun apabila dibandingkan dengan gaji yang diterimanya sebagai penjaga gawang. Namun, demi menghidupi keluarga, pria kelahiran Semarang ini rela melakukannya.