Home » Berita Bola » Agen Bola Online – Akibat Kisruh, Sepakbola Indonesia Mundur Lima Tahun

Agen Bola Online – Akibat Kisruh, Sepakbola Indonesia Mundur Lima Tahun

Agen Bola Online – Akibat Kisruh, Sepakbola Indonesia Mundur Lima Tahun

Agen Bola Online - Akibat Kisruh, Sepakbola Indonesia Mundur Lima Tahun

Agen Bola Sbobet Starball88.club – Berita Bola , BANDUNG – Mantan Duta Persib Bandung, Dede Yusuf, menyayangkan kekisruhan dalam sepakbola nasional yang tak kunjung usai hingga kini. Kondisi itu menurutnya membuat sepakbola nasional mengalami kemunduran.

“Saya prihatin karena akibatnya persepakbolaan kita ini menjadi mundur, setback lima tahun (ke belakang),” kata Dede di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 6 Agustus 2015.

Bagi Dede, kondisi saat ini jelas membuatnya merasa sakit. Sebab ia jadi salah satu aktor protagonis Persib Bandung agar menjadi klub profesional yang terlepas dari pendanaan APBD.

Saat itu, ada sejumlah nama yang ikut memperjuangkan Persib hingga menjadi klub profesional. Mereka di antaranya mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Umuh Muchtar.

“Bayangkan ketika kami berjuang dahulu untuk membebaskan klub liga dari APBD, susahnya minta ampun,” ungkap pria yang juga Ketua Komisi IX DPR RI.

Setelah Persib dan klub lain lepas dari pendanaan APBD, geliat sepakbola nasional pun mulai memperlihatkan tren positif. Tapi geliat itu tiba-tiba dipatahkan begitu saja oleh kekisruhan yang terjadi antara Menpora dan PSSI.

Liga pun terhenti tanpa kejelasan. Nasib para pemain dan semua pihak di industri sepakbola baik langsung atau tidak langsung merasakan dampak negatifnya. Pemain misalnya, mereka banyak yang jadi pengangguran karena selama ini hanya bisa mencari nafkah dari sepakbola.

“Begitu sekarang sudah berjalan, kemudian ada kebijakan dari Menpora yang menyebabkan terkendala. Kita sudah melihat bagaimana akirnya pemain-pemain sudah tidak punya media dan sarana lagi untuk bertanding. Ada yang jadi penarik odong-odong dan macam-macam. Menurut saya ini sangat memprihatinkan,” tegasnya.

Di luar itu, banyak orang yang kehilangan pendapatannya. Penjual seragam klub pun banyak yang rugi, bahkan bangkrut akibat terhentinya kompetisi. Klub pun sangat dirugikan dengan kebijakan Menpora.

“Artinya upaya-upaya yang dilakukan oleh liga (dan semua pihak terkait) dalam menghidupi diri sendiri ini enggak dianggap,” sindir Dede.

“Padahal yang paling susah itu adalah memenuhi kewajiban undang-undang yaitu memenuhi kebutuhannya tanpa APBD di dalamnya. Itu yang paling susah sebenarnya. Kalau masalah pertandingan, ini kan masalah teknis ya. Tapi siapa yang mau menghidupi (klub)? Sekarang dengan tidak adanya pertandingan begini, sponsor out semua,” tandasnya.